PENGARUH NARKOTIKA TERHADAP KEBUGARAN TUBUH

Hingga kini, masih banyak orang yang menjadi korban dari penyalahgunaan obat-obat terlarang, disebut juga narkoba atau narkotika, termasuk dalam kelompok zat-zat adiktif yang disebut NAPZA. Di Indonesia, obat-obatan terlarang ini lazim disebut sebagai narkoba, yakni singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya lainnya.

Beberapa orang menggunakan narkoba sebagai alasan untuk mendapatkan kesenangan, meringankan stres, atau pelarian dari masalah hidup yang dialami. Sayangnya, narkoba malah membawa lebih banyak dampak negatif, terutama pada kesehatan tubuh. Terlebih narkoba umumnya memiliki efek kecanduan yang membuatnya berbahaya jika dikonsumsi tanpa pengawasan dokter atau disalahgunakan

Penggunaan obat-obatan terlarang memiliki efek yang membahayakan. Kamu wajib mengenali tanda-tanda yang muncul jika seseorang  menjadi pengguna narkoba. Semakin cepat pengguna mendapatkan pertolongan, maka semakin cepat proses pemulihannya.

 

  • Dehidrasi

adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan, sehingga keseimbangan zat gula dan garam menjadi terganggu, akibatnya tubuh tidak dapat berfungsi secara normal.Kandungan air di dalam tubuh manusia yang sehat adalah lebih dari 60% total berat badan.

Kandungan air yang ideal di dalam tubuh berfungsi untuk membantu kerja sistem pencernaan, mengeluarkan kotoran dan racun dari dalam tubuh, sebagai pelumas dan bantalan untuk persendian, melembapkan jaringan-jaringan pada telinga, tenggorokan, dan juga hidung, serta sebagai media transportasi nutrisi untuk sel-sel tubuh dan menjaga kulit tetap sehat.

 

Dehidrasi yang parah atau berkepanjangan dan tidak diobati sering kali dapat menyebabkan kondisi yang disebut hipovolemia.

Dehidrasi terkadang dianggap sebagai permasalahan kondisi tubuh yang tidak perlu ditangani secara serius, dan kebanyakan anak-anak dan remaja menganggapnya sebagai haus biasa. Namun, jika gejala awal dehidrasi tidak ditangani dengan baik, dapat mengganggu fungsi tubuh

 

  • Halusinasi

Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami dan bahkan diinginkan oleh pengguna narkoba jenis ganja. Namun, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian ganja berlangsung lama, maka dapat mengakibatkan dampak yang lebih buruk, mulai dari gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus

Sensasi yang diciptakan oleh pikiran seseorang tanpa adanya sumber yang nyata. Gangguan ini dapat memengaruhi kelima panca indera. Seseorang disebut berhalusinasi ketika dia melihat, mendengar, merasa, atau mencium suatu aroma yang sebenarnya tidak ada. Hal-hal ini hanya ada di dalam pikiran mereka. Penderita gangguan halusinasi seringkali memiliki keyakinan kuat bahwa apa yang mereka alami adalah persepsi yang nyata sehingga tak jarang menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang memiliki halusinasi juga mungkin bisa memiliki perilaku menyimpang.

Halusinasi dapat muncul akibat berbagai faktor. Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya halusinasi yang paling umum:

  • Gangguan kejiwaan, seperti skizofrenia, demensia, dan depresi berat dengan gejala psikosis. Psikosis adalah kumpulan gejala gangguan mental di mana seseorang merasa terpisah dari kenyataan yang sebenarnya, ditandai dengan gangguan emosional dan pikiran. Penderita psikosis akan sulit membedakan hal yang nyata dan tidak.
  • Gangguan saraf dan otak, seperti penyakit Parkinson, migrain dengan aura, delirium, stroke, epilepsi, dan penyakit Alzheimer.
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, seperti kokain, amfetamin, heroin dan obat psikedelik.

Dampak narkoba yang paling buruk bisa menyebabkan penggunanya mengalami overdosis.  Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan maka nyawa seseorang tidak dapat tertolong lagi. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika seseorang alami kecanduan narkoba, nyawa menjadi taruhannya

Penggunaan narkotika dan obat terlarang (narkoba) tak hanya berdampak pada gangguan mental dan perilaku. Lebih parah dari itu, narkoba merusak jantung dan bisa berakhir pada kematian.

Efek narkoba terhadap jantung beragam, mulai dari gangguan ringan, berat, hingga kematian. Tiga jenis narkoba berikut ini menyebabkan kematian pada otot jantung, yaitu kokain, amfetamin, dan ekstasi.

ketiga jenis zat narkoba tersebut memberikan efek serupa terhadap jantung. Ketiganya menyebabkan peningkatan hormon katekolamin yang membuat jantung bekerja lebih keras. Efek yang terjadi adalah peningkatan tekanan darah secara mendadak, sehingga kebutuhan oksigen otot jantung akan meningkat.

Bila oksigen dalam jantung tidak tercukupi dapat menyebabkan kekurangan oksigen pada otot jantung atau dikenal dengan istilah iskemis, hingga akhirnya terjadi kematian otot jantung atau dikenal dengan istilah infark, pada media gathering dengan topik dampak narkoba terhadap jantung yang diselenggarakan RS Jantung Diagram-Siloam Hospitals Group

efek jangka panjang dari penggunaan jenis narkoba ini adalah kerusakan pada dinding pembuluh darah, baik pada pembuluh darah arteri yang besar maupun pembuluh darah koroner. Kondisi ini menyebabkan terjadinya robekan pada dinding pembuluh darah. Selain itu dapat terjadi kerusakan pada otot jantung yang mengganggu fungsi pompa jantung serta gangguan irama jantung, baik denyut jantung menjadi sangat cepat (takiaritmia) hingga henti jantung.

Kelompok narkoba lain yang merusak jantung adalah LSD dan psilocybin atau dikenal dengan mushroom, yang menyebabkan halusinasi. Efek zat ini terhadap jantung berupa peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, kendati peningkatannya tidak setinggi yang disebabkan oleh kokain maupun amfetamin.

Efek yang jarang terjadi tetapi cukup serius adalah gangguan irama jantung berupa takiaritmia di mana denyut jantung meningkat menjadi sangat cepat. Zat terlarang berikutnya adalah morfin dan turunan variasinya.

Dalam dunia medis, morfin adalah suatu penangkal nyeri yang kuat. Tetapi, penggunaan berlebihan dari zat ini akan menyebabkan ketergantungan. Semakin tinggi dosis yang dikonsumsi, semakin besar pula efeknya dalam menurunkan kerja jantung. Ini berakibat fatal, seperti mengalami syok dan henti jantung (cardiac arrest)

  • Gangguan sistem pencernaan

 

Sistem pencernaan membantu tubuh menyerap nutrisi penting, sampai bertanggung jawab membuang limbah kotoran dari dalam tubuh. Sistem yang rumit ini dimulai dari tempat makanan masuk, sampai makanan keluar dari tubuh. Sistem pencernaan manusia bermula dari mulut sampai pengujung usus besar atau rektum

Berikut beberapa penyakit penyebab gangguan sistem pencernaan yang umum menyerang seseorang:

  1. Peradangan lambung

Peradangan lambung atau gastritis adalah peradangan yang terjadi di selaput lambung. Dilansir dari Health Plus, penyebab gangguan sistem pencernaan ini paling sering karena infeksi bakteri, terutama jenis Helicobacter pylori (H. pylori). Selain itu, peradangan lambung juga bisa disebabkan efek samping minum obat pereda rasa sakit, obat antiinflamasi nonsteroid, sampai konsumsi minuman beralkohol.

 

  1. Tukak lambung
  • Tukak lambung adalah luka berupa bisul yang muncul di dinding pelapis lambung, esofagus bagian bawah, atau ujung usus kecil. Seperti gastritis, penyebab gangguan sistem pencernaan ini umumnya dipicu peradangan karena infeksi bakteri H. pylori dan efek samping penggunaan obat tertentu. Gejala tukak lambung yang paling umum adalah sakit perut bagian atas dan kembung. Penderita tukak lambung juga berat badannya cenderung turun, kehilangan nafsu makan, mual, buang air besar (BAB) berdarah, dan muntah.

 

 

 

 

  • Gangguan kualitas hidup

 

DAMPAK MENTALSelain ketergantungan fisik, terjadi juga ketergantungan mental. Ketergantungan mental ini lebih susah untuk dipulihkan daripada ketergantungan fisik. Ketergantungan yang dialami secara fisik akan lewat setelah GPO diatasi, tetapi setelah itu akan muncul ketergantungan mental, dalam bentuk yang dikenal dengan istilah sugesti. Orang seringkali menganggap bahwa sakaw dan sugesti adalah hal yang sama, ini adalah anggapan yang salah. Sakaw bersifat fisik, dan merupakan istilah lain untuk Gejala Putus Obat, sedangkan sugesti adalah ketergantungan mental, berupa munculnya keinginan untuk kembali menggunakan narkoba. Sugesti ini tidak akan hilang saat tubuh sudah kembali berfungsi secara normal.Sugesti ini bisa digambarkan sebagai suara-suara yang menggema di dalam kepala seorang pecandu yang menyuruhnya untuk menggunakan narkoba. Sugesti seringkali menyebabkan terjadinya ‘perang’ dalam diri seorang pecandu, karena di satu sisi ada bagian dirinya yang sangat ingin menggunakan narkoba, sementara ada bagian lain dalam dirinya yang mencegahnya

DAMPAK EMOSIONALNarkoba adalah zat-zat yang mengubah mood seseorang (mood altering substance). Saat menggunakan narkoba, mood, perasaan, serta emosi seseorang ikut terpengaruh. Salah satu efek yang diciptakan oleh narkoba adalah perubahan mood. Narkoba dapat mengakibatkan ekstrimnya perasaan, mood atau emosi penggunanya. Jenis-jenis narkoba tertentu, terutama alkohol dan jenis-jenis narkoba yang termasuk dalam kelompok uppers seperti Shabu-shabu, dapat memunculkan perilaku agresif yang berlebihan dari si pengguna, dan seringkali mengakibatkannya melakukan perilaku atau tindakan kekerasan. Terutama bila orang tersebut pada dasarnya memang orang yang emosional dan bertemperamen panas.Ini mengakibatkan tingginya domestic violence dan perilaku abusive dalam keluarga seorang alkoholik atau pengguna Shabu-shabu. Karena pikiran yang terobsesi oleh narkoba dan penggunaan narkoba, maka ia tidak akan takut untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap orang-orang yang mencoba menghalaginya untuk menggunakan narkoba

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *